Tim Dokter MotoGP Dituduh Tidak Jujur pada Marquez

IMOLA – Tindakan Tim Dokter MotoGP kembali mendapat kritikan. Kali ini, seorang dokter bernama Claudio Costa, menyebut Marc Marquez seakan tidak diberi tahu soal risiko yang diambil ketika menjalani pemeriksaan usai operasi.

Seperti diketahui, Marc Marquez mengalami cedera patah tulang humerus pada MotoGP Spanyol 2020, 19 Juli lalu. Ia menjalani operasi bedah pada Selasa 21 Juli 2020, tetapi kemudian sempat naik motor untuk sesi latihan bebas GP Andalusia empat hari kemudian.

Setelah beberapa kali mengitari sirkuit, Marc Marquez menyerah. Pembalap asal Spanyol itu undur diri dari balapan. Kemudian, cederanya bertambah parah pada awal Agustus 2020 karena ada pelat yang patah sehingga harus menjalani operasi kedua.

Baca juga: Marc Marquez Diyakini Bakal Pulih Lebih Cepat

Foto rontgen Marc Marquez (Foto: Istimewa)

Sejak itu, Marc Marquez tidak pernah lagi terdengar kabarnya. Dokter yang pernah membantu menyelamatkan karier Mick Doohan, Claudio Costa, menduga tim medis MotoGP tidak jujur memberi tahu sang juara dunia MotoGP 2019 sejak awal mengenai risiko terlalu terburu-buru naik motor.

“Mereka seharusnya terbuka kepada pembalap dengan mengatakan, ‘Anda yakin ingin balapan? Anda hanya bisa melakukannya jika kami menanam paku di tangan.’ Namun, paku itu akan menembus tangan hingga ke bahu yang berulang kali cedera dengan risiko merusak sendi,” papar Claudio Costa, dikutip dari AS, Rabu (23/9/2020).

“Jadi, pembalap harus memutuskan: ‘Kita mengambil risiko ini atau kita pulihkan cedera tanpa konsekuensi?’ Saya tidak tahu apakah ini ditanyakan kepada Marquez atau tidak. Yang saya paham, pelat titanium tidak tahan dengan cepatnya Marquez kembali naik motor,” tukas pria asal Italia itu.

Sumber

__Posted on
23 September 2020
__Categories
All Sport