Tim Basket Wanita Tertua Inggris Terancam Batal Ikut Liga Karena Kurang Dana

Klub bola basket wanita tertua dan paling sukses di Inggris Sheffield Hatters terancam tidak dapat mengikuti Liga Bola Basket Wanita Inggris (WBBL) musim ini karena kekurangan dana.

Pelatih Kepala Vanessa Ellis mengatakan timnya membutuhkan dana sebesar £60 Ribu untuk menjalankan timnya di WBBL. Biaya tersebut meliputi gaji pemain, akomodasi, perjalanan, dan gaji ofisial. Ellis mengatakan pandemi virus corona (covid-19) membuat sponsor tidak dapat memberikan dana yang cukup untuk ikut serta dalam kompetisi bola basket yang berjalan sejak 2014.

“Kami sedih, ini di luar kendali kami, tidak ada yang bisa kami lakukan,” ujar Ellis kepada BBC Radio Sheffield.

Saat ini Ellis mengatakan telah memberitahu pihak liga bahwa Hatters tidak dapat ikut pada musim ini, akan tetapi pihak liga masih memberi waktu kepada Hatters untuk mencari solusi. Ellis juga mengatakan dirinya pesimis akan mendapatkan pendanaan yang mereka butuh dalam waktu dekat.

Sheffield Hatters merupakan tim bola basket wanita yang independen secara finansial dan mengandalkan sponsor, penjualan merchandise, dan penjualan tiket untuk mendanai kebutuhan operasional mereka. Ellis juga mengatakan dirinya telah menghubungi banyak pihak untuk coba mendapatkan sponsor akan tetapi belum mendapat balasan mengenai perihal tersebut.

“Bukan kami tidak berusaha, tapi untuk sekarang kami membutuhkan bantuan,” ujar Ellis.

Pihak liga tidak ingin Hatters mundur dari kompetisi karena Hatters merupakan tim yang menjuarai Kompetisi WBBL pertama dalam sejarah. Selain itu, Hatters juga menggondol dua trofi lainnya pada musim pertama WBBL termasuk trofi WBBL yang sekarang dinamakan trofi Betty Codona dari pendiri Hatters.

Sheffield Hatters merupakan tim bola basket tertua di Inggris yang didirikan pada 1961. Hatters juga merupakan tim paling sukses di Inggris dengan raihan 62 trofi semenjak dimulainya kompetisi bola basket wanita di Inggris.