Sultan Samma rindukan sang kapten

Dia pemain yang kocak kalau kami berkumpul. … Tapi, dia sangat serius kalau lagi bermain
Jakarta (ANTARA) – Pandemi COVID-19 membuat pemain Borneo FC termasuk Sultan Samma harus berpisah dengan pemain lain dan salah satu yang dirindukan karena sudah lama tidak berjumpa adalah sang kapten tim, Diego Michiels.Kerinduan pemain asli Samarinda dengan pemain naturalisasi ini, seperti dilansir laman resmi tim yang dipantau dari Jakarta, Minggu bukan tanpa alasan karena Diego Michiels adalah sosok yang bisa membuat suasana tim ceria.

“Dia pemain yang kocak kalau kami berkumpul. Dia bisa mengubah suasana tim selalu gembira. Tapi, dia sangat serius kalau lagi bermain,” kata Sultan Samma.

Baca juga: Borneo FC berharap jadwal liga sudah ada awal Juli

Selain bisa membuat kondisi tim ceria, pemain berusia 34 tahun itu menilai Diego Michiels sejak menjadi kapten banyak berubah khususnya saat memimpin kawan-kawannya dalam sebuah pertandingan.

Menurutnya, Diego pun mampu menjadi kapten yang baik serta mampu mengubah sifatnya agar tidak temperamental lagi meski pertandingan itu berjalan ketat. Diego sendiri bergabung dengan Borneo FC sejak 2015.

“Dia orang yang tidak mau kalah di dalam sebuah pertandingan, bisa mencairkan suasana dan selama jadi kapten sudah tidak temperamen lagi. Yang terpenting, suka mendengarkan masukan dari teman-teman lainnya,” kata Sultan menambahkan.

Baca juga: Borneo FC dukung wacana regulasi pemain U-20 di Liga 1

Diego Michiels merupakan pria blasteran Indonesia-Belanda dan telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Selama berkarir di Indonesia terkenal keras dan bahkan pernah berurusan dengan pihak berwajib.

Meski demikian, pemain berusia 29 tahun ini juga pernah menjadi tumpuan lini belakang tim nasional U-23 maupun senior. Kemampuannya memang tidak diragukan meski saat ini sudah kalah bersaing dengan pemain lain.

Baca juga: Borneo FC berencana kumpulkan pemain pada Juli

<

p class=”text-muted small mt10″>Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2020
Sumber