Sudah Suntik Lebih dari £40 Juta, Pemilik Wigan Salahkan Virus Corona

Kepala Next Leader Fund (NLF) yang merupakan pemilik Wigan Athletic Au Yeung Wai Kay mengatakan perusahaannya telang menyuntikkan dana lebih dari £40 Juta untuk Wigan tetapi pandemi virus corona (covid-19) membuat Wigan harus pailit.

Au Yeung mengatakan tujuannya mengakuisisi Wigan adalah untuk membawanya kembali ke Liga Primer Inggris akan tetapi covid-19 yang menyerang berbagai bisnis membuat perusahaannya tidak lagi dapat membiayai Wigan sehingga dinyatakan pailit. Au Yeung juga mengatakan perusahaannya telah mencari berbagai cara agar Wigan tetap bisa melanjutkan musim ini.

Penyelenggara English Football League (EFL) yang mengepalai Divisi Championship di mana Wigan bermain mengatakan mereka tidak setuju dengan pernyataan NLF yang menyalahkan pandemi covid-19 sebagai alasan pailitnya Wigan. EFL mengatakan NLF memberikan bukti ketersediaan dana yang akan diinvestasikan kepada Wigan saat pergantian kepemilikan. Meskipun demikian, EFL juga mengatakan bahwa pandemi covid-19 memiliki dampak kepada jalannya bisnis klub-klub sepakbola Inggris tetapi tidak berdampak kepada kemampuan NLF dalam membiayai Wigan.

EFL mengatakan pihaknya memiliki banyak pertanyaan penting yang belum terjawab mengenai kejadian ini. EFL juga mengatakan banyak hal yang akan menjadi perhatian penting dalam investigasinya akan kasus ini. Selain itu, EFL juga menyatakan dukungannya kepada pihak-pihak yang merasa dikecewakan akibat kasus ini dan akan membantu Wigan mencari solusi.

Baca Juga:
EFL Benarkan Video Terkait Judi Degradasi Wigan

Sebelumnya pihak administrator Wigan Gerald Krasner mengatakan telah melakukan banding terhadap keputusan EFL yang memberikan hukuman pengurangan 12 poin. Krasner mengatakan pihaknya menggunakan argumen force majeur atau kejadian yang tidak disangka sebagai alasan pailitnya Wigan. Pihak EFL mengatakan akan tetap berpegang kepada aturan yang berlaku tetapi akan tetap mendengarkan argumen dari pihak Wigan terkait masalah ini.

Sebelumnya pada konferensi pers yang dilaksanakan Selasa (7/7), Krasner mengatakan Wigan merumahkan 75 pekerjanya karena tidak mampu membayar gaji mereka. Krasner juga mengatakan Wigan mungkin akan kembali memotong jumlah pekerja mereka untuk mengurangi biaya operasional. Krasner juga mengatakan Wigan telah membayar 20 persen dari gaji pemain-pemainnya. Pihaknya juga masih menegosiasikan bagaimana sisa kontrak para pemain dapat dibayarkan