Soal Penyelenggaraan PON Papua 2021, Menpora Minta Tiru Sistem Bubble Olimpiade Tokyo

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia (RI), Zainudin Amali, meminta penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 meniru sistem bubble di Olimpiade Tokyo 2020. Sebab, protokol kesehatan yang ketat penting diterapkan kala menyelenggarakan turnamen di tengah pandemi Covid-19 ini.

Tak ayal, Zainudin Amali meminta panitia penyelenggara untuk mempelajari lebih lanjut penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Olimpiade Tokyo 2020 memang dilaksanakan lebih dahulu dari PON Papua 2021.

PON XX Papua 2021

Olimpiade yang berlangsung di Tokyo, Jepang, itu akan bergulir pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Sementara itu, PON Papua akan mulai digelar pada 2-15 Oktober 2021.

“Itu akan kita lihat betul bagaimana kita bisa belajar dari situ (Olimpiade Tokyo 2020) karena mereka menerapkan sistem bubble. Jadi, sistem bubble itu maksudnya hanya dari penginapan ke tempat pertandingan, pertandingan kembali ke penginapan,” ujar Zainudin Amali seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (13/7/2021).

BACA JUGA: Presiden Minta Vaksinasi PON Papua Disegerakan, Menpora Pastikan Rampung Agustus

“Mudah-mudahan, panitia, nah ini, ada pengawas dari KONI Pusat, bisa juga meniru itu,” lanjutnya.

BACA JUGA: PON XX Papua 2021 Dihadiri Penonton? Ini Jawaban Menpora

Zainudin Amali juga menegaskan para atlet yang ambil bagian di PON Papua 2021, datang hanya untuk bertanding, bukan jalan-jalan. Setiap atlet yang nantinya datang ke tempat pertandingan pun akan melakukan tes. Hal ini telah diterapkan pada event-event sebelumnya, seperti sepakbola dan basket.

“Sistem bubble saya kira adalah sistem yang paling aman buat kita. Kita jaga betul untuk tidak ke sana ke mari,” jelas menteri berusia 59 tahun itu.

Sumber

__Posted on
13 July 2021
__Categories
All Sport