Sebastian Vettel di mata para pebalap F1

Akan aneh dia tidak ada tahun depan, di balapan pertama

Jakarta (ANTARA) – Pada Grand Prix Abu Dhabi akhir pekan ini Sebastian Vettel akan menutup tirai mengakhiri kariernya sebagai pebalap Formula 1 setelah menjalani 299 balapan, meraih 57 pole position, 53 kemenangan dan memboyong empat gelar juara dunia.

Paddock F1 kesulitan menerima kenyataan ketika Vettel mengumumkan rencana pensiunnya menjelang jeda musim panas tahun ini.

Di Sirkuit Yas Marina, rekan-rekan sesama pebalap baik itu yang muda maupun senior memberikan penghormatan terakhir bagi sang pebalap Jerman mulai dari Fernando Alonso hingga mantan rekan satu tim Vettel di Ferrari, Charles Leclerc, mengenang bagaimana kiprah pebalap berusia 35 tahun dan warisan yang ia tinggalkan di trek maupun di luar lintasan.

Baca juga: Vettel umumkan rencana pensiun, tujuan hidupnya telah berubah

“Akan aneh dia tidak ada tahun depan, di balapan pertama,” kata Alonso seperti dikutip laman resmi Formula 1.

“Kami berbagi begitu banyak hal dalam 15 tahun terakhir. Kadang kami bertarung untuk gelar juara, terkadang untuk posisi ketujuh, bahkan di Jepang (tahun ini) hingga garis finis,” kata sang juara dunia dua kali itu.

“Kami selalu menikmati setiap pertarungan dan saling menghormati sebisa mungkin. Saya rasa karier saya akan selalu terkait dengan Sebastian, karena kami menjalani begitu banyak pertarungan yang hebat pada musim-musim terbaik dalam hidup kami.”

Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton akan sangat merindukan pertarungan ketat dengan Vettel, dan yakin ini bukanlah perpisahan dengan mantan rivalnya itu.

“Dia sedikit menjengkelkan,” kelakar Hamilton. “Saya rasa kami selalu menjalani pertarungan yang hebat.

“Saya duduk di sini dan memikirkan, sebagian besar pebalap kembali, dia akan kembali! Kamu (Vettel) kemungkinan akan kembali!

Baca juga: De Vries gantikan Vettel di FP1 Grand Prix Italia

“Kita melihat para pebalap lain kembali membalap, jadi saya duduk di sini seperti menerima bahwa ini adalah balapan terakhirmu, tapi kamu akan kembali! Formula 1 selalu punya cara untuk menarikmu kembali, kami telah melihat itu dari begitu banyak pebalap,” kata Hamilton.

Pendapat Hamilton itu bukannya tanpa alasan, mengingat Alonso yang pensiun dari F1 pada pengujung 2019 kembali ke ajang balap jet darat itu pada 2021, sebagai salah satu pebalap paling senior di grid.

Demikian pula Kimi Raikkonen yang sempat meninggalkan F1 pada 2010-2011 sebelum membela tim Lotus pada 2012.

Bagi Daniel Ricciardo, Vettel memiliki kepribadian yang dewasa. “Saya rasa dia adalah individu yang sangat peduli, terhadap olahraga ini secara keseluruhan, juga kepada kami para pebalap.”

“Kami semua kompetitor, pastinya, tapi saya kira dia benar-benar mampu memisahkan itu dan memperhatikan kami.”

Sebagai kompetitor, Ricciardo memandang, Vettel juga memiliki ambisi yang besar seperti ketika ia memenangi setiap balapan pada paruh kedua 2013 tapi ia tak puas.

Baca juga: Alonso gantikan Sebastian Vettel di Aston Martin mulai 2023

“Dia sangat ingin menghancurkan kompetisi dan saya merasa Anda bisa melihat (semangat) kompetitor murni dalam dirinya, dan itu mendorongnya bukan untuk menang tapi untuk menghancurkan, Anda harus mengagumi dan menghormati itu.”

Sebagai juniornya di Red Bull, Max Verstappen sangat terkesan tak hanya dengan pencapaian Vettel dan bagaimana ia menjaga relasi yang baik dengan mantan timnya itu hingga sekarang.

Tapi ada satu hal dari Vettel yang memberi kesan paling dalam bagi Verstappen.

“Satu hal yang akan saya kenang sepanjang hidup saya adalah ketika pada tahun lalu di Silverstone, ketika saya kembali dari rumah sakit menuju motorhome dan mengambil barang-barang saya,” kata Verstappen merujuk insiden kecelakaan dengan Hamilton.

“Dia ada di sana menunggu saya ketika saya keluar. Dia bertanya, ‘bagaimana keadaanmu, Max, kamu baik-baik saja?’, dan itu menunjukkan bagaimana sosok dirinya. Sangat baik, orang yang perhatian yang tidak hanya memiliki ketrampilan, tapi juga bermaksud baik.

Baca juga: Vettel dukung Mick Schumacher gantikan dia di Aston Martin

“Saya kira sangat indah dikenang seperti itu. Kami juga akan bertukar helm pada akhir pekan ini.”

Sementara itu, Charles Leclerc mengenang satu hal kecil penuh makna yang pernah dilakukan Vettel.

“Saya ingat ketika di Formula 2, saya sedang menjalani tugas di simulator (untuk Ferrari), yang bukan pekerjaan mudah karena sangat melelahkan, dan saya kira Seb mungkin tidak tahu saya berada di simulator.

“Saya menerima surat pada suatu hari yang mengucapkan terima kasih atas semua kerja keras saya, dan itu sangat berarti bagi saya saat itu, tapi itu salah satu hal kecil.”

Ketika menjadi rekan satu tim di Ferrari pada 2019 dan 2020, Leclerc mengatakan Vettel mengajarinya banyak hal meskipun juga ada momen-momen panas ketika kedua pebalap bersaing ketat dan terlibat konflik di lintasan.

Baca juga: Berbagai reaksi terhadap rencana pensiun Vettel

“Tapi respek di luar trek tak pernah berubah dan dia selalu ada untuk saya kapanpun saya memiliki masa-masa sulit dan itu pengalaman yang sangat berbeda dari yang saya dapatkan dari rekan-rekan satu tim saya sebelumnya.

“Di Formula 1, ada kompetisi di dalam tim itu sendiri, tapi dia perhatian dan mencoba membantu saya kapanpun saya mengalami kesulitan. Dia pastinya akan dirindukan.”

Bagi Pierre Gasly, Vettel menjadi semacam panutan. “Apa yang dia telah capai di F1 sebagai seorang pebalap itu luar biasa, dia pastinya menjadi salah satu dari lima pebalap paling sukses di seluruh sejarah olahraga ini.”

“Tapi, apa yang telah dia lakukan di dalam maupun di luar lintasan, layak mendapat respek. Dia selalu memiliki nilai yang tepat dan dampak yang sangat positif di paddock dan semua orang, dan bagi saya pribadi.

“Saya sangat bersyukur atas nasihat yang ia berikan sebelum saya bergabung di Formula 1, jadi saya sangat menghormati dia.”

Baca juga: Vettel umumkan akan pensiun dari Formula 1 pada akhir musim 2022
 

Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber