Rumor Judi Degradasi Wigan Menyesatkan, Kata Kepala EFL

Kepala Penyelenggara Liga Inggris yang mengepalai Divisi Championship Liga Inggris (EFL) Rick Parry mengatakan rumor mengenai pemilik Wigan memasang taruhan Wigan akan terdegradasi musim ini hanya rumor yang menyesatkan.

Dilansir dari Wigan Today, Parry mengatakan rumor tersebut hanyalah gosip. Akan tetapi, Parry juga mengatakan bahwa pasar judi Filipina tidak memiliki banyak aturan meskipun dirinya juga tidak mengerti apabila ada pemilik klub yang menginvestasikan £40 Juta tetapi memasang £20 Juta berharap klub miliknya terdegradasi.

“Apa motivasi pemilik (Wigan) tidak ada yang tahu, sangat mengherankan,” ujar Parry.

Parry juga mengatakan taruhan dengan nilai besar di belahan dunia mana pun termasuk Filipina akan mengundang banyak perhatian karena sistem judi yang online. Parry juga mengatakan investigasi sedang dilakukan oleh komisi perjudian untuk mengetahui kebenaran hal tersebut dan kaitannya dengan Wigan yang pailit.

Parry juga mengatakan pasar judi Filipina, meskipun tidak ketat secara aturan, dijalankan oleh orang-orang yang pintar dan mengerti bagaimana mengambil resiko apabila menerima taruhan dari pemilik klub dengan nilai besar. Parry mengatakan kemungkinan hal tersebut dapat terjadi adalah hampi nol.

Sebelumnya, tersebar video di media sosial yang berisi percakapan antara Rick Parry dengan seorang pendukung Wigan yang tinggal di dekat rumahnya mengenai kemungkinan adanya taruhan atas terdegradasinya Wigan musim ini. Pria yang berbicara dengan Parry merupakan pemegang tiket semusim Wigan. Video yang viral tersebut menurut Parry membuat dirinya seperti orang yang bersalah.

Dalam wawancara bersama BBC, Parry mengatakan dirinya tidak menyesal berbicara dengan pendukung Wigan tersebut. Dirinya hanya menyesalkan pengambilan video yang sembunyi-sembunyi dan komentar dirinya dipotong tidak sesuai dengan konteks. Parry mengatakan dirinya sedang berbincang mengenai aturan-aturan yang ada di EFL dan kondisi-kondisi klub di bawahnya.

Wigan Athletic dinyatakan pailit setelah pergantian kepemilikan klub dari International Entertainment Corporation (IEC) ke Next Leader Fund (NLF) pada Juni 2020 lalu. NLF mengatakan mereka tidak akan membiayai Wigan karena bisnisnya terdampak pandemi virus corona. Kasus ini menjadi perhatian dunia karena pemilik saham mayoritas NLF, Stanley Choi, juga memiliki saham mayoritas pada IEC yang merupakan pemilik Wigan sebelumnya.