Persijap Jepara masuk grup berat Liga 2

Optimistis saja dan tidak ada beban
Jepara (ANTARA) – Tim Persijap Jepara, Jawa Tengah, bergabung di Grup D bersama tim kuat lainnya, seperti PSMS Medan, Semen Padang, Persekat Tegal, Sriwijaya FC Palembang dan Sulut United Manado pada laga kompetisi Liga 2.”Meskipun berada di grup berat karena terdapat sejumlah tim berkelas, Persijap Jepara tidak mempermasalahkannya,” kata Manajer Persijap Jepara Arief Setiadi di Jepara, Rabu.

Menurut dia dalam pengundian grup, tentunya siapa saja dapat mengisi grup mana saja.

Persijap Jepara dengan tergabung di Grup D, maka dan akan bermain di Medan.

Baca juga: LIB tuntaskan pengundian tuan rumah dan grup Liga 2 Indonesia 2020

Hal terpenting, kata dia, tim Persijap memang sudah siap menghadapi kompetisi Liga 2.

Dengan adanya grup baru tersebut, maka manajemen akan berkoordinasi dengan tim pelatih untuk melakukan persiapan-persiapan guna menghadapi tim-tim tersebut.

“Semoga kerja sama seluruh tim dan juga doa dan dukungan dari suporter Persijap Jepara sangat diharapkan agar jalan kami di liga 2 musim ini berjalan lancar tanpa halangan berarti,” harapnya.

Baca juga: Persijap Jepara segera putuskan komposisi skuat Liga 2
Baca juga: Persijap Jepara mulai mendapat tawaran uji tanding

Persijap Jepara Widyantoro menganggap berada di grup berat bukanlah sebuah beban bagi dirinya.

Ia menganggap tim yang berpeluang lolos merupakan tim yang siap, meskipun berada di grup paling menakutkan, seperti di Grup D ini.

“Optimistis saja dan tidak ada beban. Siapapun yang paling siap secara materi pemain, fisik, mental, taktik dan teknik itu yang akan lolos,” ujarnya.

Bagaimana pun juga, kata dia, tuan rumah pasti lebih untung karena bermain di kandangnya sendiri meskipun tanpa penonton.

Baca juga: Promosi ke Liga 2, Persijap Jepara butuh banyak sponsor
Baca juga: LIB bantu biaya transportasi klub-klub Liga 2 musim 2020
Baca juga: LIB berikan Rp200 juta untuk setiap tuan rumah grup Liga 2

<

p class=”text-muted small mt10″>Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020
Sumber