Pemainnya Jadi Korban Pelecehan Rasisme, Timnas Jerman Tinggalkan Pertandingan

PELECEHAN rasisme kembali terjadi di dunia sepakbola. Pemain Tim Nasional (Timnas) Jerman U-23, Jordan Torunarigha, menjadi korban pelecehan rasisme dalam laga persahabatan pra-Olimpiade Tokyo 2020 melawan Honduras, Sabtu 17 Juli 2021.

“Pertandingan berakhir lima menit lebih awal dengan skor 1-1. Para pemain Jerman meninggalkan lapangan setelah Jordan Torunarigha dilecehkan secara rasial,” tulis Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dalam akun twitter @DFB_Team_EN, dikutip dari AFP, Minggu (18/7/2021).

Timnas Jerman meninggalkan pertandingan (Foto: Twitter/@DFB_Team_EN)

Pelatih TimnasJerman U-23, Stefan Kuntz, pun membela anggota skuadnya. “Ketika salah satu pemain kami dilecehkan secara rasial, maka bermain bukan lagi pilihan.”

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Honduras, melalui akun Twitter mereka, mengatakan bahwa situasi itu terjadi karena “kesalahpahaman di lapangan.”

BACA JUGA: 5 Tim Nasional Termahal di Piala Eropa 2020 Gagal Juara, Harga Bukan Patokan untuk Berprestasi?

Pada Februari 2020, Torunarigha, yang bermain untuk Herta Berlin, dikeluarkan dari lapangan karena bereaksi terhadap dugaan cemoohan bernada rasisme dari penggemar Schalke saat kalah di Piala Jerman.

Dalam kejadian tersebut, Torunarigha yang merupakan keturunan Nigeria itu mengambil sebuah botol air dan membantingnya ke tanah sebelum dihadiahi kartu merah karena pelanggaran kartu kuning kedua.

Torunarigha kembali mengalami kejadian tidak menyenangkan itu dalam pertandingan kontra Honduras. Sikap tegas patut diterapkan agar kejadian-kejadian, seperti ini, tidak terulang di masa depan.

(fzy)

Sumber

__Posted on
18 July 2021
__Categories
Sepakbola