Meski Menyulitkan, Fabio Quartararo Menyukai Sirkuit Assen

ANDORRA – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, menyebut Sirkuit Assen sebagai lintasan paling sulit buatnya secara fisik dan mental. Di saat bersamaan, El Diablo juga menyukai sirkuit tersebut karena menjadi satu-satunya tempat yang membawa kenangan manis di semua kelas.

Sirkuit Assen di Belanda sering disebut sebagai ‘Cathedral of Speed’. Lintasan sepanjang 4,5 kilometer (km) itu merupakan sirkuit yang paling sering menggelar ajang balap motor MotoGP sejak 1949. Sayangnya, balapan pada 2020 tidak dilangsungkan di sana karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Vinales: Quartararo Harus Lebih Pahami Motor Yamaha

Layout Sirkuit Assen di Belanda (Foto: MotoGP)

Fabio Quartararo mengaku punya hubungan yang spesial dengan Sirkuit Assen. Selain menjadi pemegang rekor satu putaran tercepat di kualifikasi pada MotoGP 2019, sirkuit yang terletak di Provinsi Drenthe itu menjadi satu-satunya tempat di mana dirinya selalu naik podium.

Pembalap berpaspor Prancis itu naik podium di urutan dua pada Moto3 2015 di belakang Miguel Oliveira. Sementara pada Moto2 2018, Fabio Quartararo kembali menjadi runner-up seri setelah finis tepat di belakang Francesco Bagnaia. Pada MotoGP 2019, Fabio Quartararo hanya finis ketiga di belakang Maverick Vinales dan Marc Marquez

Fakta tersebut membuat Fabio Quartararo menyukai Sirkuit Assen. Namun, ia juga punya keluhan tersendiri. Menurutnya, Assen merupakan sirkuit yang paling melelahkan secara fisik dan mental. Sebab, pembalap harus mengaspal dengan presisi di setiap putaran.

Loading…

Sumber