Laysa Latifah Sukses Harumkan Indonesia di Kejuaraan Dunia Catur U-14

JAKARTA – Pecatur belia Indonesia Laysa Latifah memastikan diri sebagai peringkat ketiga FIDE Online World Cadet & Youth Rapid Chess Championship. Hal tersebut didapatkan oleh Laysa setelah pada Kamis dini hari WIB, menang atas Rochelle Wu dari Amerika Serikat.

Menghadapi lawan yang sudah bergelar Women International Master (WIM), Laysa (1897) tampil tenang dalam duel memperebutkan tempat ketiga kategori U-14 itu.

Pada partai terakhir, Laysa yang sebenarnya hanya membutuhkan hasil remis, tampil taktis menghadapi gempuran Wu yang tampil agresif. Pertandingan pun berlangsung alot dan Wu baru benar-benar menyerah setelah waktu pikirnya habis pada Langkah ke-54.

Laysa Latifah

Juara dunia G14 diraih Eline Roebers dari Belanda yang pada final menaklukkan WFM Gaal Zsoka (2077) dari Hungaria dengan skor 1,5-0,5. Kejuaraan dunia catur cepat (waktu pikir 15 menit plus 10 detik per langkah) untuk anak-anak (usia 10-14 tahun) dan remaja (16-18 tahun) ini diselenggarakan oleh tuan rumah Georgia sebagai pengganti kejuaraan offline serupa yang harus dibatalkan tahun ini lantaran pandemi COVID-19.

Menurut keterangan dari PB Percasi, prestasi yang dicapai Laysa Latifah ini sangat membanggakan karena harus melalui perjuangannya sangat panjang dan berat.

Baca Juga: Khabib Ternyata Hampir Telan Kekalahan dari Gaethje

Sebelumnya Laysa harus lolos babak kualifikasi dari kawasan Benua Asia pada 11-13 Desember 2020. Dari 33 peserta yang berasal dari 21 negara Asia termasuk wakil dari China dan India, Laysa keluar sebagai juara dengan angka sempurna 7 poin dari tujuh babak.

Pertandingan babak final yang menggunakan sistem gugur diikuti 16 pecatur yang berasal dari empat benua (masing-masing benua diwakili empat pemain). Dengan sistem silang masing-masing pecatur bertanding dua kali. Sekali dengan buah putih dan sekali dengan buah hitam. Jika seri ditambah satu babak Armageddon dengan pemegang buah putih mendapat waktu pikir 5 menit sedang hitam 4 menit. Kalau berakhir remis maka pemegang buah hitam yang melaju ke babak berikutnya.

Pada babak perdelapan final, Laysa menghadapi WFM Varshini M. Sahithi (2070) dari India. Hasilnya Laysa menang sekali dan remis sekali atau total skor 1,5-0,5. Pada babak perempat final Laysa yang merupakan adik kandung dari WIM Umni Fisabilillah ini mencukur pecatur Filipina April Joy Claros (1459) tanpa ampun 2-0.

Sumber

__Posted on
25 December 2020
__Categories
All Sport