Kisah Menyentuh Yusra Mardini, Atlet Pengungsi di Olimpiade Tokyo 2020 yang Berenang dari Suriah ke Jerman untuk Selamatkan Diri

TOKYO – Kehadiran sosok perenang asal Suriah, Yusra Mardini, menjadi sorotan di Olimpiade Tokyo 2020. Sebab, untuk akhirnya bisa merebut tiket mentas Olimpiade Tokyo 2020, Yusra Mardini harus melewati perjuangan besar yang sangat menyentuh hati.

Ya, kisah menyentuh datang dari kehidupan Yusra Mardini yang berjalan sangat luar biasa. Perjuangan besar harus dilalui Yusra Mardini yang terselamatkan lewat berenang saat hijrah ke Jerman.

Yusra Mardini

Mardini melarikan diri dari negara kelahirannya setelah kehidupannya terancam akibat perang yang melanda Suriah. Saat ini, Mardini tercatat sebagai salah satu dalam daftar atlet pengungsi di Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA: Ketua Panpel Sebut Olimpiade Tokyo 2020 Bisa Dibatalkan, Ini Alasannya

Olimpiade Tokyo 2020 bukan pertama kalinya Yusra Mardini mentas di event olahraga multievent paling bergengsi di dunia itu. Sebelumnya, dia sudah pernah tampil di Olimpiade pada 2016. Posisinya pun sama, dia hadir sebagai atlet pengungsi.

BACA JUGA: Bukan Sepakbola, Sofbol Jadi Cabor Pertama yang Diselenggarakan di Olimpiade Tokyo 2020

Meski begitu, dia tidak merasa berkecil hati dengan julukan sebagai pengungsi dari Suriah yang kini tinggal di Jerman. Mardini justru merasa sangat bangga karena lewat berenang, dirinya berhasil selamat dari konflik berkepanjangan di Suriah.

“Berenang benar-benar menyelamatkan hidup saya dalam perjalanan ke Jerman dengan melarikan diri dari Suriah. Dan ketika sampai, berenang membantu saya membangun kembali hidup saya dari nol,” kata Mardini, mengutip dari Sky News, Rabu (21/7/2021).

“Perjalanan yang sulit, ilegal, orang-orang masih melakukannya dan sekarat di jalan,” lanjut Mardini.

Sumber

__Posted on
21 July 2021
__Categories
All Sport