Kerajaan sepak bola City merambah Italia usai ambil alih Palermo

Target kami dalam beberapa tahun ke depan adalah kembali ke Serie A

Jakarta (ANTARA) – Kerajaan sepak bola City Football Group merambah ke Italia seusai mengambil alih kepemilikan saham mayoritas tim kasta kedua, Palermo, demikian diumumkan oleh pihak klub pada Senin.

Palermo secara resmi menjadi klub ke-11 yang kepemilikannya berada di bawah City Football Group (CFG) dan menjadi “adik bungsu” baru bagi tim jawara Liga Premier Inggris Manchester City.

Dikutip dari Reuters, Senin, CFG mengambil alih 80 persen kepemilikan saham Palermo, sementara mantan pemilik Dario Mirri mempertahankan sisanya dan akan tetap bertugas sebagai presiden klub.

Baca juga: Napoli ramaikan persaingan untuk dapatkan Paulo Dybala

“Target kami dalam beberapa tahun ke depan adalah kembali ke Serie A,” kata Kepala Eksekutif CFG Ferran Soriano dalam jumpa pers yang dilansir Reuters, Senin.

“Memang terdengar ambisius, tapi klub ini butuh tampil di Serie A dan itu jelas tidak mudah karena kami harus bekerja keras. Yang jelas Palermo bergabung dengan sebuah keluarga hari ini,” ujarnya menambahkan.

City Football Group merupakan perusahaan holding yang dibentuk pada 2013 sekira lima tahun setelah inisiator utamanya, Abu Dhabi United Group, membeli Manchester City. Sejak holding itu terbentuk, Afrika menjadi satu-satunya benua yang belum terjamah dana mereka.

Dari 11 klub di bawah CFG, holding bentukan Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan itu menjadi pemilik mayoritas di sembilan klub yakni Manchester City, Melbourne City FC (Australia), Montevideo City Torque (Uruguay), Troyes (Prancis), Lommel SK (Belgia), New York City FC (Amerika Serikat), Palermo (Italia), Mumbai City FC (India), Girona (Spanyol)

Sementara untuk Sichuan Jiuniu FC (China) dan Yokohama Marinos (Jepang), CFG hanya memiliki saham di bawah 30 persen.

Baca juga: Alessio Romagnoli siap tolak Fulham demi bertahan di Italia
Baca juga: AC Milan permanenkan Alessandro Florenzi

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Sumber