Kaleidoskop 2020: Kepak Sayap Khabib Nurmagomedov, si Elang dari Rusia

NAMA Khabib Nurmagomedov mulai mencuri perhatian publik Tanah Air sejak Oktober 2018. Setelah itu, sorotan langsung mengarah kepadanya. Kini, sang petarung sudah menyatakan pensiun dari ajang bela diri gaya campuran (MMA) dan Ultimate Fighting Championship (UFC). Menarik untuk disimak bagaimana perjalanan kariernya hingga akhirnya pensiun.

Seperti kebanyakan anak, ketertarikan Khabib Nurmagomedov terhadap olahraga bela diri berasal dari mendiang ayahnya, Abdulmanap. Sejak kecil, lelaki kelahiran Sil’di itu digembleng di bawah asuhan sang ayah, yang memiliki sasana sendiri.

Khabib

(Khabib dan mendiang sang ayah)

Bukti dari ketertarikan itu terlihat dari sebuah video yang memperlihatkan Khabib kecil berani bergulat dengan seekor beruang. Tekadnya semakin bulat ketika melihat murid-murid Abdulmanap berlatih di sasana milik keluarga.

Sebetulnya, darah seorang petarung menetes dari Abdulmanap. Ia merupakan petarung profesional sekaligus bekas anggota militer Uni Soviet. Setelah tidak lagi bertugas di militer, Abdulmanap mendedikasikan hidupnya untuk melatih anak-anak muda di Dagestan demi mencari bibit petarung.

Misinya sungguh mulia. Abdulmanap ingin agar anak-anak muda di Dagestan tidak terjerumus dalam ekstremisme agama. Tidak disangka, justru anaknya sendiri lah yang kemudian ditemukan bakatnya lewat sasana yang didirikan.

Khabib

(Khabib saat berlatih dengan beruang)

Pada 2001 atau ketika Khabib Nurmagomedov berusia 12 tahun, keluarganya pindah ke Makhachkala. Di ibu kota wilayah Dagestan tersebut, Khabib mulai berlatih untuk gulat. Ketika usianya menginjak 15 tahun, ia beralih ke judo.

Selain gulat dan judo, Khabib Nurmagomedov juga berlatih sambo, bela diri khas Rusia. Kebetulan, Abdulmanap Nurmagomedov adalah seorang pelatih senior untuk tim sambo Dagestan. Memasuki usia dewaaa, tekad Khabib menjadi petarung semakin bulat.

Debutnya sebagai petarung MMA profesional terjadi pada September 2008. Dasar berbakat, hanya dalam sebulan, Khabib mampu memenangi empat duel. Pada 2009, Khabib berhasil menjadi kampiun Kejuaraan Dunia Sambo di Kiev, Ukraina, untuk kelas 74 kilogram (kg).

Setahun berselang, Khabib kembali menjuarai Kejuaraan Dunia Sambo, tetapi kali ini naik di kelas 82 kg. Dua gelar tersebut belum membawanya kepada UFC. Rekor 16-0 alias 16 kali tidak terkalahkan pada ProFC di Rusia dan Ukraina sepanjang 2011 menarik perhatian dari UFC.

Dikontrak UFC

Khabib

Sadar dengan reputasi Khabib di negara asal, UFC mengikat Khabib Nurmagomedov dengan kontrak selama enam tahun pada penghujung 2011. Ia dimasukkan ke dalam kelas menengah (lightweight). Debutnya di UFC terjadi pada 20 Januari 2012.

Pertarungan pertamanya di UFC adalah melawan Kamal Shalorus. Khabib Nurmagomedov berhasil menang submission pada ronde ketiga. Enam bulan kemudian, Khabib mengalahkan Gleison Tibau pada UFC 148 dengan keputusan wasit.

Namanya kian melambung ketika menghadapi Rafael Dos Anjos pada 19 April 2014. Setelah merintis jalan selama empat tahun, akhirnya Khabib Nurmagomedov dinyatakan lolos untuk mengikuti UFC Championship pada 2018.

Pada UFC 223, Khabib Nurmagomedov awalnya dijadwalkan bertarung dengan Tony Ferguson. Sayangnya, lawan kemudian mengalami cedera lutut. Setelah mencari lawan, akhirnya Al Iaquinta dipilih oleh UFC. Khabib mampu mengalahkan Iaquinta pada UFC 223, 7 April 2018, dan menjadi juara divisi menengah.

Sumber

__Posted on
27 December 2020
__Categories
All Sport