Jadi Atlet Transgender Pertama di Olimpiade, Laurel Hubbard Timbulkan Pro-Kontra

TOKYO – Sebuah sejarah bakal tersaji di Olimpiade Tokyo 2020. Pasalnya dalam pesta olahraga terakbar tersebut, bakal hadir atlet transgender pertama yang ambil bagian. Adalah Laurel Hubbard yang akan jadi atlet transfergender pertama dalam sejarah Olimpiade.

Atlet angkat besi asal Selandia Baru sendiri memutuskan untuk menjadi seorang wanita pada 2012. Akan tetapi, keputusan Laurel mengubah jenis kelaminnya pun mendapatkan beragam tanggapan dari berbagai pihak.

Olimpiade Tokyo 2020

Bahkan, sejumlah mantan atlet seperti Caitlyn Jenner, Martina Navratilova dan Sharron Davies, angkat suara. Mereka menentang regulasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang mengizinkan Laurel tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Meski saat ini Hubbard akan tampil sebagai wanita, seorang peneliti, Universitas Loughborough, Joanna Harper mengatakan keunggulan fisik tentunya akan berbeda dengan lifter wanita lainnya. Secara umum, wanita transgender lebih tinggi, lebih besar dan lebih kuat, bahkan setelah terapi hormon daripada wanita cisgender (yang identitas gendernya cocok dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat mereka lahir).

Baca Juga: 5 Rekor yang Mampu Diciptakan Indonesia di Olimpiade, Nomor 2 Paling Berkesan

“Itu semua adalah keuntungan dalam banyak olahraga, termasuk angkat besi,” kata Harper kepada Sky News, Jumat (23/7/2020).

“Apakah keuntungan itu tidak adil adalah pertanyaan yang sama sekali berbeda. Sangat penting untuk membuat perbedaan itu. Kami mengizinkan keuntungan dalam olahraga. Yang tidak kami izinkan adalah keuntungan yang luar biasa.”

Sumber

__Posted on
23 July 2021
__Categories
All Sport