IOC Ingin Atlet Lakukan Gestur Berlutut di Podium Olimpiade Tokyo 2020

LAUSANNE – Presiden Komite Olimpiade Internasonal (IOC), Thomas Bach, mengaku saat ini pihaknya tengah berkonsultasi dengan para atlet untuk mengubah gestur di podium menjadi sambil berlutut saat Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung pada 2021 nanti. Perubahan gestur tersebut dimaksud untuk mendukung aksi anti rasisme yang sedang ramai di dunia saat ini, khususnya di Amerika Serikat.

Bach mengakui aksi rasisme saat ini tengah ramai di dunia dan ia berpikir Olimpiade bisa menjadi sarana yang tepat untuk ikut mendukung seruan tersebut. Namun, niat IOC itu terhalang dengan peraturan ke-50 dari Piagam Olimpiade yang berbunyi “Tidak ada demonstrasi atau propaganda politik, agama atau ras apa pun yang diizinkan di setiap lokasi Olimpiade, lokasi pertandingan, dan area lainnya”.

Dortmund dan Hertha Berlin berlutut sejenak untuk berikan dukungan terhadap gerakan anti rasisme

Karena itulah, Bach saat ini sedang berdiskusi dengan komisi atlet dunia dan seluruh atlet yang berkompetisi di Olimpiade untuk membahas terkait diperbolehkannya gestur berlutut untuk mendukung aksi anti rasisme. Bach mengatakan IOC sangat ingin Olimpiade mengikuti jejak FIFA dan NFL yang sudah menyerukan anti rasisme di beberapa pertandingan olahraga tersebut.

“Kami mendukung inisiatif komisi atlet IOC untuk berdialog dengan para atlet dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi berbagai cara tentang bagaimana mereka dapat mengekspresikan dukungan mereka untuk prinsip-prinsip yang diabadikan dalam piagam Olimpiade dengan cara yang bermartabat,” ungkap Bach, dikutip dari Daily Mail, Kamis (11/6/2020).

Sumber