Gara-Gara Rem Fabio Quartararo Kehilangan Taji

ANDORRA – Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, telah mengungkapkan bahwa pengereman selalu menjadi kekuatannya di ajang MotoGP. Namun begitu, ia harus kehilangan kekuatan tersebut saat mentas di MotoGP Austria dan Styria 2020.

Pada dua balapan yang berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Austria tersebut, Quartararo benar-benar tampil buruk. Ia tercecer di urutan kedelapan dan ke-13 yang membuat posisinya di puncak klasemen pembalap menjadi terancam.

Fabio Quartararo

Akan tetapi, Quartararo tidak sendiri. Para pembalap Yamaha pun mendapatkan hasil yang serupa, di mana mereka tidak tampil kompetitif. Catatan terbaik hanya mampu diraih Valentino Rossi yang finis di urutan kelima dan kesembilan.

Namun begitu, para pembalap YZR-M1 bersepakat bahwa Yamaha memiliki masalah besar pada pengereman di dua seri balapan tersebut. Bahkan Maverick Vinales pun harus melompat dari motor akibat rem blong di kecepatan 200 km/jam.

Baca juga Marquez Absen, Seluruh Podium di MotoGP San Marino 2020 Bakal Dikuasai Yamaha?

Situasi tersebut membuat Quartararo tidak merasa puas. Pasalnya, pembalap berpaspor Prancis itu selalu mengandalkan kekuatan pada pengereman motor. Alhasil ketika remnya bermasalah, semuanya menjadi kacau balau.

“Pengereman lurus selalu menjadi kekuatan saya. Itu tidak berubah ketika saya beralih ke MotoGP,” ungkap Quartararo, mengutip dari Tutto Motori Web, Minggu (6/9/2020).

Sumber