Disiplin Keras ala Shin Tae-yong Berujung Prestasi untuk Timnas Indonesia U-19

JAKARTA – Mantan pelatih yang membawa PSIS Semarang ke semifinal Liga Indonesia 2005, Bambang Nurdiansyah, mendukung disiplin keras yang ditunjukkan pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19, Shin Tae-yong. Banur –sapaan akrab Bambang Nurdiansyah – menilai jika Timnas Indonesia U-19 mau berprestasi, wajib menegakkan kedisplinan.

“Saya sangat setuju dengan kebijakan pelatih Shin. Tidak ada prestasi yang bisa digapai kalau bersikap seenaknya. Prestasi itu berakar dari disiplin dan kerja keras,” kata Banur, Okezone mengutip dari Antara, Jumat (27/11/2020).

Shin Tae-yong

(Shin Tae-yong jalankan disiplin tinggi)

“Kalau mau berprestasi, pemain harus mengesampingkan hal-hal seperti kesenangan sesaat yang akhirnya membuat mereka gagal menjadi pesepakbola yang baik,” lanjut penyerang Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 1979 tersebut.

Sekadar informasi, pada Senin 23 November 2020, pelatih Timnas Indonesia U-19 Shin Tae-yong baru saja mencoret dua pemain. Dua pemain yang dicoret adalah Mochamad Yudha Febrian dan Serdy Ephy Fano. Mereka dicoret karena datang terlambat ke sesi latihan yang digelar Senin 23 November 2020 pagi WIB.

Menurut penuturan asisten pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, mereka terlambat datang ke sesi latihan karena baru pulang ke hotel tempat mereka menginap pada pukul 03.00 WIB. Hal itu diketahui setelah Nova Arianto mengecek CCTV hotel skuad Timnas Indonesia U-19 menginap.

BACA JUGA: Personel Timnas Indonesia U-19 Belum Dicap sebagai Pemain Nasional

Bagi Serdy, ini merupakan pencoretan kedua karena alasan indisipliner. Sebelumnya, ia dicoret H-1 sebelum Timnas Indonesia U-19 berangkat ke Kroasia. Ironisnya, Serdy dicoret karena alasan yang sama, terlambat datang latihan.

Sumber

__Posted on
27 November 2020
__Categories
Sepakbola