Calon pembeli Newcastle terjerat masalah informasi palsu

Jakarta (ANTARA) – Perusahaan calon pembeli Newcastle United asal Singapura, Bellegraph Nova Group (BN Group) terjerat masalah informasi palsu, setelah Reuters menemukan sejumlah kejanggalan dari informasi yang mereka berikan.BN Group belakangan mengakui pihaknya merekayasa foto mantan presiden AS Barack Obama pada materi-materi pemasaran yang digunakan untuk mempublikasikan grup bentukan baru tersebut.

Perusahaan itu mengatakan sejumlah informasi di material tersebut dirilis prematur atau mengandung kesalahan setelah Reuters menemukan inkonsistensi saat berbicara kepada perwakilan perusahaan itu.

Berbicara atas nama para petinggi BN Group, kepala hubungan investor Nereides Antonio Giamundo de Bourbon, mengakui bahwa perusahaannya telah merekayasa foto-foto Obama untuk membuatnya seolah-olah menghadiri pertemuan dengan para eksekutif di Paris.

Baca juga: Investor Singapura akan beli Newcastle
Baca juga: Konsorsium Arab Saudi dikabarkan batal akuisisi Newcastle

“Kami adalah orang-orang yang serius (dalam berbisnis). Satu-satunya hal yang ambigu hanya Photoshop itu. Tetapi tidak ada maksud buruk di baliknya,” ucap Bourbon.

Pengakuannya muncul pada Rabu sebagai respon terhadap pertanyaan-pertanyaan dari Reuters.

BN Group telah menghapus foto-foto itu dari laman resmi mereka.

Meski demikian Bourbon membantah tudingan bahwa perusahaannya sengaja membuat klaim palsu mengenai aspek bisnis apapun.

Perusahaan itu mengatakan pihaknya mencatatkan keuntungan sebesar 12 milyar dolar pada tahun lalu, dan memiliki kantor pusat di Paris.

Dari penyelidikan yang dilakukan oleh Reuters, tidak ada perusahaan bernama Bellagraph Nova Group yang terdaftar di Prancis. Reuters juga tidak menemukan perusahaan itu saat mendatangi lokasi yang diberikan sebagai alamat kantor.

Sebagai tambahan, BN Group sempat mengatakan bahwa perusahaan teknologi finansial Hydra X merupakan salah satu bagian dari mereka dan mengurusi sistem perdagangan (trading) di Bursa Efek Singapura.

Hydra X telah membantah kedua klaim tersebut. Bursa Efek Singapura juga membantah bahwa Hydra X mengurusi sistem perdagangan mereka.

BN Group menarik perhatian banyak orang saat mereka mengumumkan mereka akan berusaha membeli Newcastle pada pertengahan Agustus. Mereka juga mengatakan telah mendapat dukungan dari legenda Newcastle Alan Shearer.

Masalah terkini yang menghantam BN Group semakin menambah ketidakpastian masa depan Newcastle. Sebelumnya mereka sempat disebut-sebut diminati konsorsium Arab Saudi, namun rencana itu berujung pembatalan.

Baca juga: Barcelona tawarkan Philippe Coutinho ke Arsenal dan Newcastle United
Baca juga: Steve Bruce desak klub-klub kaya bantu tim divisi bawah Inggris

Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sumber