Bukan Cuma Covid-19, Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Juga Harus Waspadai Heat Stroke

TOKYO – Sejumlah tantangan berat tampaknya harus dihadapi para atlet yang akan mentas di Olimpiade Tokyo 2020. Selain virus Covid-19 yang masih merebak luas saat ini, para atlet yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020 juga harus mewaspadai tantangan baru.

Tantangan baru itu adalah musim panas yang menyengat atau biasa disebut heat-stroke. Sebagaimana dikutip Reuters, biro cuaca Jepang telah mengeluarkan peringatan heat-stroke pada Rabu 21 Juli 2021.

Atlet Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020

Dalam keterangannya, suhu di ibu kota akan mengalami pergolakan musim panas yang lembab selama lima hari berturut-turut. Peningkatan suhu dikabarkan sudah mulai terjadi pada Rabu pukul 15.00 waktu setempat suhu mencapai 33,1 derajat Celsius. Suhu panas ini akan membuat hawa di kota Tokyo menjadi lembab.

BACA JUGA: Kloter Ketiga Atlet Olimpiade Indonesia Tiba dengan Selamat di Tokyo, Negatif Covid-19

Dengan kata lain, cuaca ini akan mengancam penyelenggaraan upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 23 Juli 2021. Tim panitia pun merencanakan strategi untuk menghalau panas selama Olimpiade.

BACA JUGA: Kalah di Pembuka Olimpiade Tokyo 2020, Rekor 44 Laga Tak Terkalahkan Timnas Sepakbola Putri AS Patah

Salah satu bentuk upayanya, tim penyelenggara meluncurkan alat penghalau panas bagi beberapa perangkat pertandingan. Misalnya, rompi pendingin untuk wasit.

Temperatur tinggi kemungkinan akan menjadi tantangan tambahan bagi para atlet, terutama yang berasal dari negara-negara belahan bumi selatan. Katakanlah seperti Selandia Baru yang saat ini tengah mengalami musim dingin.

Sumber

__Posted on
22 July 2021
__Categories
All Sport