Bos Leipzig rencanakan selebrasi gol ramah “social distancing”

Jakarta (ANTARA) – Julian Nagelsmann mengatakan skuat asuhannya RB Leipzig khususnya sedang merancang modifikasi selebrasi gol yang memenuhi pedoman kesehatan ketat untuk memulai lagi atau restart Bundesliga akhir pekan ini.Leipzig yang menempati urutan ketiga klasemen akan menjamu Freiburg di stadion tanpa penonton ketika Bundesliga dilanjutkan lagi pada hari Sabtu nanti di tengah pandemi virus corona. Leipzig berselisih lima poin di bawah pemimpin klasemen Bayern Muenchen.

Dalam rangka melanjutkan kompetisi liga musim ini, Liga Sepak Bola Jerman (DFL) sudah menjabarkan daftar aturan kesehatan yang ketat.

DFL mendesak pemain untuk tidak terlalu sering kontak fisik dengan merekomendasikan salam adu siku atau adu kaki, dari pada berpelukan saat merayakan gol.

Nagelsmann menyatakan bahwa para pemainnya tidak akan melakukan selebrasi dengan cara berkerumun bersama rekan-rekan satu timnya.

“Saya cenderung beraksi sendirian,” kata Nagelsmann seperti dikutip AFP.

Ia melanjutkan, “Para pemain pastinya sudah memikirkan sesuatu tetapi kami harus terlebih dahulu mencetak gol.”

Kunci untuk menunaikan tugas itu terletak pada striker Leipzig Timo Werner yang sejauh ini sudah menciptakan 21 gol sepanjang musim ini, sedangkan rekannya sesama penyerang Marcel Sabitzer dan Patrik Schick semestinya bisa tampil lagi karena sudah sembuh dari cedera.

Mengingat tak ada penonton, Nagelsmann yang terkenal suka melakukan selebrasi menerabas batas lapangan itu mengatakan bahwa dirinya harus mengubah caranya melakukan selebrasi gol.

“Saya harus berbicara lagi kepada diri saya dan berusaha bertindak dalam cara yang diterima secara sosial di zona (pelatih),” kata dia sambil mengerdip.

Nagelsmann memperkirakan tidak akan ada yang melakukan selebrasi gol berlebihan mengingat para pemain kesulitan tampil bugar kembali setelah 2 bulan jeda.

“Jika Anda sudah lama tak main dan tak punya ritme, Anda akah cenderung bermain ke belakang dan berusaha mencegah terciptanya gol,” kata Nagelsmann.

Hal itu, menurut dia, sudah biasa dalam sepak bola.

Penerjemah: Jafar M. Sidik
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Source