Bicara soal Pensiun, Rosberg Bandingkan Dirinya dengan Rossi dan Stoner

BERLIN – Keputusan Nico Rosberg untuk pensiun sebagai pembalap Formula One (F1) pada akhir musim 2016 sempat menuai kontroversi. Pasalnya, Rosberg mengumumkan pensiun hanya beberapa hari setelah ia berhasil menjadi juara dunia F1.

Meski keputusannya tersebut terkesan mendadak, namun Rosberg menerangkan bahwa bukan hal yang mudah bagi setiap pembalap untuk memilih pensiun. Sebab, terdapat banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan itu.

Sejumlah pihak menilai bahwa Rosberg hanya takut tersaingi jika terus berkompetisi di ajang F1. Sebab, tak ada jaminan bagi pembalap Jerman itu untuk mempertahankan gelar juara dunianya tersebut di musim berikutnya.

Baca juga: <a class="ga_BreakingMore" title="Menangi F1 GP Austria 2020 Buat Bottas Makin Pede Dapat Kontrak Baru dari Mercedes” href=”https://sports.okezone.com/read/2020/07/08/37/2242923/menangi-f1-gp-austria-2020-buat-bottas-makin-pede-dapat-kontrak-baru-dari-mercedes”>Menangi F1 GP Austria 2020 Buat Bottas Makin Pede Dapat Kontrak Baru dari Mercedes

Nico Rosberg

Maka dari itu, untuk mencari aman, Rosberg dinilai lebih memilih pensiun selagi berada di puncak. Sebagai akibatnya, Rosberg pun disebut memiliki mental yang lemah. Menanggapi hal ini, Rosberg sebenarnya tak menyalahkan pendapat tersebut.

Kendati demikian, ia menilai bahwa bukan dirinya saja yang besikap seperti itu. Menurutnya, mantan pembalap MotoGP, Casey Stoner, juga melakukan yang sama. Stoner memilih pensiun pada akhir musim 2012, setahun setelah ia menjadi juara dunia MotoGP.

Di musim balap 2012 sendiri, Stoner finis di posisi ketiga klasemen akhir. Dengan kata lain, Stoner sebenarnya masih cukup kompetitif untuk bertarung memperebutkan gelar juara. Akan tetapi, pada akhirnya rider Asutralia itu lebih memilih pensiun.

Loading…

Sumber