Aksi Gelandang Persib Kim Kurniawan Bermain Tenis

BANDUNG – Gelandang Persib Bandung, Kim Jeffrey Kurniawan mengaku bosa karena tidak bisa bermain sepakbola sejak pertengahan Maret 2020. Kim tidak bisa bermain sepakbola karena Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) menghentikan Liga 1 dampak pandemi virus corona.

Kim bosan karena selain tidak bisa merasakan atmosfer pertandingan dia juga tidak berlatih bersama dengan skua Pangeran Biru.

Baca juga: <a class="ga_BreakingMore" title="Winger Persib Febri Hariyadi Tampil Keren dengan Motor Seharga Rp1,16 Miliar” href=”https://bola.okezone.com/read/2020/07/14/49/2246322/winger-persib-febri-hariyadi-tampil-keren-dengan-motor-seharga-rp1-16-miliar”>Winger Persib Febri Hariyadi Tampil Keren dengan Motor Seharga Rp1,16 Miliar

Baca juga: Komentar Pelatih Persib Bandung soal Liga 1 2020 yang Bergulir di Masa Pandemi

Demi menghilangkan rasa bosan, pemain kelahiran Jerman ini memilih olahraga lain untuk menghilangkan suntuk. Kim memilih bermain tenis sekaligus untuk menjaga staminya.

“Di luar latihan mandiri, saya memilih tenis untuk menjaga kondisi fisik selama libur dari aktivitas latihan bersama,” kata Kim mengutip laman Persib, Rabu (15/7/2020).

Foto/Persib Bandung

Ia mengungkapkan olahraga tenis tidak hanya untuk menjaga staminya tetap terjaga. Tenis, kata Kim, membuat dia tetap fokus serta melatih kecepatannya.

“Bisa melatih speed, agility, dan juga fokus di latihan tenis ini,” lanjutnya.

Selain bermain tenis, Kim juga berlatih di rumah secara mandiri. Ia melakukan itu demi menjaga jarak agar terhindar dari virus corona.

“Selain latihan di rumah, saya juga sering berlatih dengan bola di lapangan kecil untuk menjaga sentuhan. Pastinya tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak banyak orang yang hadir di sekitar,” ungkapnya.

Hasil negatif Covid-19

Sementara itu, hasil swab test gelombang kedua para pemain Persib Bandung semuanya negatif Covid-19. Mereka adalah Teja Paku Alam, Ardi Idrus, Mario Jardel, Esteban Vizcarra, Frets Butuan, Beni Oktovianto, Ghozali Siregar, dan M Natshir Mahbuby.

Loading…

Sumber