8 Perbedaan Piala Eropa 2020 dengan Edisi Terdahulu, Nomor 1 Mengejutkan

TAK terasa pesta sepakbola terbesar di Eropa, Piala Eropa, sebentar lagi mencapai babak akhir. Rasa haru, bahagia dan tangis menjadi simfoni pengiring jalannya turnamen Piala Eropa 2020. Di partai pamungkas, ada pertarungan dua tim raksasa, yakni Italia berhadapan dengan Inggris.

Banyak hal berubah dalam kehidupan, termasuk dalam dunia sepakbola. Pada Piala Eropa kali ini, para pencinta sepakbola disuguhkan dengan hal-hal yang berbeda mulai dari jumlah tuan rumah, fase kualifikasi, dan tentu saja yang paling membedakan adalah dikuranginya jumlah penonton di beberapa venue karena pandemi Covid-19.

Infografis Italia vs Inggris

Tim Okezone membukukan setidaknya delapan catatan yang berbeda pada Piala Eropa kali ini yang harus diperhatikan para penggemar sepakbola. Berikut adalah daftar hal-hal yang menjadi pembeda Piala Eropa 2020 dengan turnamen-turnamen sebelumnya:

8, Digelar di Tengah Pandemi

Paul Pogba

(Laga Jerman vs Prancis digelar di tengah pandemi)

Tidak ada yang pernah menyangka virus berukuran sekitar 500 mikrometer bisa meluluhlantakan berbagai sistem di seluruh dunia, tak terkecuali turnamen sepakbola. Awalnya, Piala Eropa 2020 akan digelar pada tahun yang sama dengan namanya.

Akan tetapi, para pencinta sepakbola harus bersabar menunggu selama setahun sebelum akhirnya turnamen ini resmi diselenggarakan. Pada akhirnya, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) resmi mengumumkan turnamen digelar pada 12 Juni hingga 12 Juli 2021 dengan nama turnamen yang tidak berubah.

BACA JUGA: Mengenal Stadion Wembley, Venue Final Piala Eropa 2020 Italia vs Inggris

Lebih lanjut, ganasnya virus yang bernama Covid-19 membuat para penonton yang hadir di venue pertandingan diatur dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, para pemain diminta untuk tetap menjaga jarak saat berada di bangku cadangan.

7. Jumlah Venue yang Bertambah

Stadion Olimpico

(Stadion Olimpico, venue pembuka Piala Eropa 2020)

Berbeda dengan Piala Eropa sebelumnya yang hanya mengukuhkan satu negara menjadi tuan rumah, format tuan rumah kali ini diubah oleh UEFA. Sehingga kita bisa melihat 11 kota menjadi tuan rumah secara bersamaan.

Awalnya, pesta sepakbola Eropa tersebut dihelat di 12 kota. Namun, Dublin (Irlandia) kemudian dicoret dari daftar tuan rumah. Lalu, UEFA memutuskan mengganti Bilbao dengan Sevilla (Spanyol). Alhasil, 11 kota resmi menjadi tuan rumah ajang adu gengsi tim-tim Benua Biru.

Sebanyak 11 kota tersebut adalah London (Inggris), Baku (Azerbaijan), Muenchen (Jerman), Roma (Italia), Saint Petersburg (Rusia), Amsterdam (Belanda), Bucharest (Rumania), Budapest (Hungaria), Kopenhagen (Denmark), Glasgow (Skotlandia), dan Sevilla (Spanyol).

Sumber

__Posted on
11 July 2021
__Categories
Sepakbola