5 Alasan Cristiano Ronaldo Harus Dimainkan sebagai Penyerang di Juventus

KETAJAMAN seorang Cristiano Ronaldo tidak perlu diragukan lagi. Sejak pertama kali mencuat di hadapan publik pada 2003, nama CR7 selalu identik dengan gol. Jika ditotal, pemain berpaspor Portugal itu sudah mengemas 740 gol bagi klub dan tim nasional (timnas).

Menariknya, Cristiano Ronaldo tidak dikenal sebagai seorang striker alias penyerang tengah. Ketika mengawali karier, bahkan hingga hari ini, pemain berusia 35 tahun itu berposisi sebagai sayap. Statistiknya juga lumayan, yakni 363 gol dalam 384 pertandingan di mana turun sebagai sayap kiri.

Baca juga: 5 Pesepakbola Top yang Tak Pernah Menangkan Trofi Liga

Pun begitu, Cristiano Ronaldo juga cukup tajam ketika diturunkan sebagai penyerang tengah. Total golnya mencapai 137 buah dalam 147 kesempatan. Catatan itu sudah cukup untuk menjadikannya penyerang tengah utama. Selain itu, ada beberapa alasan lain, seperti dimuat Sportskeeda, Selasa (22/9/2020).

5. Usia yang semakin menua

Bagaimana pun juga, Cristiano Ronaldo tak lagi bisa melawan takdir. Usianya kini sudah menginjak 35 tahun. Sekeras apa pun usahanya menjaga kebugaran tubuh, fisiknya semakin lama menurun. Kecepatan larinya sudah tidak sekencang pada usia matang.

Dengan ditempatkan sebagai penyerang tengah, Cristiano Ronaldo bisa berevolusi sebagai pemain yang lebih mengandalkan positioning alias pengambilan posisi yang tepat. Ia tidak harus bergerak statis, tetapi bisa lebih banyak diam di area menyerang guna menyelesaikan peluang.

Juventus punya Juan Cuadrado yang bisa bermain melebar

4. Juventus punya stok sayap melimpah

Andrea Pirlo bisa bebas meracik strategi dan meramu formasi di Juventus karena kedalaman skuad. Andai ingin bermain dengan memanfaatkan lebar lapangan, sayap kiri dan kanan Si Nyonya Tua lebih dari mumpuni. Di kanan, ada Juan Cuadrado dan Federico Bernardeschi yang bisa diturunkan.

Sementara itu, di sisi kiri, mereka punya Douglas Costa. Bernardeschi dan pemain anyar Dejan Kulusevski juga bisa ditempatkan di kedua sisi sayap. Alhasil, Andrea Pirlo tak perlu lagi menempatkan seorang Cristiano Ronaldo untuk menyisir area pinggir lapangan.

Sumber

__Posted on
22 September 2020
__Categories
Liga Italia, Sepakbola